Ayahku:Engkau jualah Pahlawan Hatiku.
Pengorbanan Seorang AyahLagu Ebiet berjudul ”Ayah” mungkin bias mengingatkan seseorang akan kebesaran seorang ayah. Ya, pengorbanan besar seorang ayah tidak bisa dilupakan sepanjang masa.
Tapi biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan merasa kangen sekali dengan mamanya. Lalu bagaimana dengan papa?
![]() |
| ayah saat aku menangis, kau begitu memperdulikanku |
Mungkin karena ibuk lebih sering menelepon untuk menanyakan kepadamu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Bapak-lah yang mengingatkan Ibuk untuk menelponmu? Dulu sewaktu kamu kecil, Ibuk yang lebih sering mengajakmu bercerita, tapi tahukah kamu bahwa sepulang papa bekerja dan dengan wajah lelah Bapak selalu menanyakan pada ibuk tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Saat masih kecil papa biasa mengajari naik sepeda. Setelah mengganggapmu bisa, Bapak akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian mama bilang: Jangan dilepas dulu roda bantunya. Ibuk takut adik terjatuh dan terluka. Tapi sadarkah bahwa papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu ”kamu pasti bisa”.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, mama menatapmu iba, tetapi Bapak akan mengatakan dengan tegas: Besok ya, Bapak belikan. Tahukah kamu hal itu karena papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu terpenuhi.
Ketika sudah beranjak dewasa, kamu mulai menuntut Bpak untuk dapat izin keluar malam, dan Bapak bersikap tegas dan mengatakan: Tidak boleh. Tahukah kamu bahwa papa melakukan itu untuk menjagamu, karena bagi Bapak, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Bapak, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang dating mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibuk. Tahukah kamu bahwa saat itu Bapak memejamkan mata dan menahan gejolak dalam batinnya. Sebenarnya Bapak sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia harus menjagamu?
Sadarkah kamu bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Bapak akan segera datang? Bahwa putrid kecilnya akan segera pergi meninggalkan. Ketika kamu menjadi gadis dewasa, dan kamu harus pergi kuliah di kota lain papa harus melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan Bapak terasa kaku untuk memelukmu? Bpak hanya tersenyum sambil member nasihat ini-itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal papa ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat. Yang Bapak lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu sambil berkata: Jaga dirimu baik-baik ya sayang. Bapak melakukan itu semua agar kamu kuat. Kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana, papa adalah orang pertama yang berdiri dan member tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat putrid kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang. Sampai saat seorang teman lelakimu dating kerumah dan meminta izin pada papa untuk mengambilmu. Bapak akan sangat berhati-hati memberikan izin, karena Bapak tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Akhirnya, saat Bapak melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya, Bapak pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Bapak pergi kebelakang panggung sebentar dan menangis? Bapak menangis karena Bapak sangat berbahagia, kemudian Bapak berdoa: Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik.
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya. Setelah itu Bapak hanya bias menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucu, yang sesekali dating untuk menjenguk. Rambut papa telah semakin memutih dan badan serta lengan tak lagi kuat untuk menjagamu. Bapak telah menyelesaikan tugasnya.
Papa, daddy, ayah, bapak, babe, paíe atau abah kita adalah sesosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa ”kamu bisa” dalam segala hal.
.jpg)

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar