Hari-hari dimana saya bersyukur berada di tengah keluarga yang
sungguh luar biasa. Dari mereka saya belajar menjadi manusia besar, bukan
perkara jabatan, harta, namun tentang menjadi khalifah di muka bumi ini.
Impianku untuk memiliki hidup yang sederhana, dan melakukan sesuatu dengan sederhana
semakin mendapatkan kesepakatan dari berbagai pihak.
Semakin terenyuh saya mendengar opini salah seorang ibu dari teman
saya yang saya kenal sebagai sosok yang tidak biasa. Sungguh seperti itulah
para orang tua dari generasiluar biasa membesarkan kami.
Teringat skripsi...>>>
"sudahlah.... jangan terlalu idealis dengan skripsimu !,
kalau mau idealis nanti saja kalau sudah S3...!"(putus asa mengdengar kata
itu...) setidaknya saya tidak begitu nyaman dengan kata-kata itu dan lebih
nyaman dengan "berikanlah yang terbaik dengan skripsimu, setidaknya ketika
kelak engkau bisa melanjutkan sekolah ini menjadi awal yang baik, dan jika
engkau tidak bisa melanjutkan, ini menjadi karya tulis terbaikmu." saya
lebih nyaman dengan itu.
Aku sadar betul dunia ini dikendalikan oleh segelintir orang, dan
aku hanya pion-pion kecil yang terhitung, namun aku yakin Sang Pencipta tidak
melihat dari sana. Jauh dari cita-cita yang melambung, aku hanya ingin belajar
dengan maksimal untuk pada akhirnya dapat memuliakan keluarga dan memaksimalkan
keberadaanku di dunia ini untuk umat, khususnya dalam dunia pendidikan.
Dan Allah sunggguh luar biasa dengan mengirimkan orang-orang baik
disekitar saya, yang membantu dengan sungguh-sungguh. Yang kembali
membangkitkan semangat untuk menuntut ilmu...tentang skripsi yang critanya
sangat berliku dan bermuara pada senyum dan kebanggaan. tentang keingaianan
yang tertuang dalam revolusi hidup....dan sebuah impian untuk bisa melihat
sakura.Ya, aku ingin kesana, mewujudkan semua itu.... Tidak terlalu berambisi.
Hanya ingin melihat bagaimana segelintir orang yang mengatur dunia itu bekerja,
sehingga aku tau apa yang bisa aku lakukan untuk mewujudkan cita-citaku
nantinya.
Sekali lagi tidak terlalu berambisi, karena sesungguhnya aku telah
mengantongi kebijakan terbaik, yakni Islam, hanya ingin membandingkan saja.
Apa ? desain project samai jam 5 pagi ? Plakkkkk !!! sebagai anak
muda muslim yang sedang dijajah aku tak pernah bekerja sekeras itu. Mungkin
sebenarnya ini bukan bentuk penjajahan, namun aku yang menyerahkan diri menjadi
budak.
Pada akhirnya semua bermuara pada satu hal, yakni semangat
perubahan. Sungguh orang-orang itu bekerja keras, lalu ada apa denganmu ? ketika
sudah mendapat dukungan penuh dari orang-orang terdekat ! just break a leg and
change !saya tau ini tidak mudah tapi juga tidak ada kata sulit..semangat ,
keluarkan semangat perubahan....
maksimalkan apa yang kita kerjakan dengan semaksimal mungkin.....Thanx
miss....
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar