Minggu, 02 Maret 2014

Do you believe WETON?

Do you believe WETON?

Dalam adat jawa atau bali, dikenal yang namanya weton. Weton adalah nilai dari hari lahirmu dalam hitungan Jawa, misalnya Minggu legi, Senin Pon, dll. Dalam hitungan tersebut, ada beberapa kondisi yang menjadi pantangan seperti misalnya weton 25 (jika weton yang cowok ditambahkan dengan weton yang cewek mendapat hasil 25). Katanya pasangan dengan total weton 25 akan tertimpa musibah dan salah satu akan meninggal ... God knows deh.... 

sebuah kepercayaan yang menghambat semuanya, bagaimana tidak semua yang akan di ikrarkan harus lolos dari perhitungan yang namanya weton. sejenak aku berpikir....
tidak salah jika beberapa orang mempercayai yang seperti itu, karena dahulu ilmunya belum mumpuni untuk menanamkan sebuah kepercayaan/keyakinan. nah jika sekarang kemajuan ilmu dan teknologi sudah menjamur dimasyarakat, itu adalah tugas kita untuk meluruskan hal-hal yang seperti itu, Sebagai warga negara yang masih muda, saya merasa diri saya berharga dan bermartabat. rasanya ngilu dihati jika harus diperlihatkan dengan perhitungan-perhitungan seperti itu. setidaknya jika kita sudah tau pengetahuan agama dan pengetahuan sudah tugas kita untuk meluruskan hal yang demikian.banyak sekali orang  yang percaya dan ada menjadi salah satu di dalamnya,  you know what i mean??! mengambil keputusan berdasarkan weton ,yes, that's is true.

 Semua orang pasti mau hidup aman, nyaman dan makmur, begitukan? Tapi kalau atas dasarnya peramalan seperti itu di ramalkan seseorang akan mendapat keberuntungan, kebahagiaan, kesialan, kematian dan sebagainya, tidak ada gunanya orang bekerja keras.

Nah klo semisal ada pasangan muda-mudi sudah saling cinta, memang benar-benar mau nenikah untuk menyempurnakan ibadah. kemudian dikatakan tidak berjodoh gara-gara perhitungan yag tidak pas? hmmm...sakitnya kaya apa coba. saling cinta tapi harus dipisakan hal yang seperti itu.   jangan ambil jalan pintas ya,.gantung diri misalnya. hehe.... . Keren banget kan? Hanya demi weton sampai rela korban perasaan.  hehe

Coba dech sekarang mulai merenung kembali, alasan apa yang mendasari kepercayaan kita?
 Mempercayai weton sebagai sebab kesialan atau keberuntungan termasuk bentuk syirik kecil karena keyakinan terhadap suatu “sebab” padahal dia bukan “sebab” adalah bentuk tiyarah, dan tiyarah itu dihukumi sebagai syirik kecil. Terutama, jika hal ini dijadikan alasan untuk menunda suatu rencana.

Hmmmm......Oleh karena itu hanya percayalah kepada Allah dan jangan percaya pada hal lain selain Allah, karena hal itu meskipun kecil bisa menjerumuskan kepada kemusyrikan. Lalu bagaimanakah dengan mempercayai weton apakah juga tidak boleh? “boleh” asal hanya sebagai perantara kita untuk berfikir optimis, dan tidak dijadikan suatu sebab dalam menunda atau melaksanakan sesuatu karena akan sial misalnya. Kalau sudah dipercaya seperti itu sudah barang tentu hukumnya tidak lagi boleh melainkan sudah berubah menjadi HARAM.

Islam adalah agama yang mudah, tidak untuk mempersulit umatnya. Jadi dalam Islam tidak pernak mengajarkan umatnya untuk menghitung hari lahir (weton) dalam melangsungkan suatu kegiatan, menikah misalnya. Akan tetapi weton hanya suatu adat jawa dan hanya ada di Jawa tentunya. Padahal Islam bukan hanya untuk orang jawa saja, melainkan untuk seluruh umat di Muka bumi ini. Di bangsa Arab pun tidak ada yang namanya perhitungan weton, bahkan pada zaman nabi tidak ada perhitungan weton, yang ada hanya perhitungan ru’yatul hilal untuk mengetahui bulan ramadhan  dalam melaksanakan puasa dan hari Raya.
Percayalah bahwa semua itu yang mengatur adalah Allah,sedangkan weton hanya sebuah ramalan jawa yang di dasarkan pada pengamatan nenek moyang dahulu. Sedang yang menentukan nasib seseorang hanyalah Allah SWT.

Tidak ada komentar: