Do you believe WETON?
Dalam adat jawa atau bali,
dikenal yang namanya weton. Weton adalah nilai dari hari lahirmu dalam hitungan
Jawa, misalnya Minggu legi, Senin Pon, dll. Dalam hitungan tersebut, ada
beberapa kondisi yang menjadi pantangan seperti misalnya weton 25 (jika weton
yang cowok ditambahkan dengan weton yang cewek mendapat hasil 25). Katanya
pasangan dengan total weton 25 akan tertimpa musibah dan salah satu akan
meninggal ... God knows deh....
sebuah kepercayaan yang menghambat semuanya, bagaimana tidak
semua yang akan di ikrarkan harus lolos dari perhitungan yang namanya weton. sejenak aku berpikir....
tidak salah jika beberapa orang mempercayai yang seperti
itu, karena dahulu ilmunya belum mumpuni untuk menanamkan sebuah
kepercayaan/keyakinan. nah jika sekarang kemajuan ilmu dan teknologi sudah
menjamur dimasyarakat, itu adalah tugas kita untuk meluruskan hal-hal yang
seperti itu, Sebagai warga negara yang masih muda, saya merasa diri saya
berharga dan bermartabat. rasanya ngilu dihati jika harus diperlihatkan dengan
perhitungan-perhitungan seperti itu. setidaknya jika kita sudah tau pengetahuan
agama dan pengetahuan sudah tugas kita untuk meluruskan hal yang
demikian.banyak sekali orang yang percaya dan ada menjadi salah satu di
dalamnya, you know what i mean??! mengambil keputusan berdasarkan weton
,yes, that's is true.
Semua orang pasti mau hidup aman, nyaman dan makmur,
begitukan? Tapi kalau atas dasarnya peramalan seperti itu di ramalkan seseorang
akan mendapat keberuntungan, kebahagiaan, kesialan, kematian dan sebagainya,
tidak ada gunanya orang bekerja keras.
Nah klo semisal ada pasangan muda-mudi sudah saling cinta,
memang benar-benar mau nenikah untuk menyempurnakan ibadah. kemudian dikatakan
tidak berjodoh gara-gara perhitungan yag tidak pas? hmmm...sakitnya kaya apa
coba. saling cinta tapi harus dipisakan hal yang seperti itu. jangan
ambil jalan pintas ya,.gantung diri misalnya. hehe.... . Keren banget kan?
Hanya demi weton sampai rela korban perasaan. hehe
Coba dech sekarang mulai merenung kembali, alasan apa yang
mendasari kepercayaan kita?
Mempercayai weton sebagai sebab
kesialan atau keberuntungan termasuk bentuk syirik kecil karena keyakinan
terhadap suatu “sebab” padahal dia bukan “sebab” adalah bentuk tiyarah, dan
tiyarah itu dihukumi sebagai syirik kecil. Terutama, jika hal ini dijadikan
alasan untuk menunda suatu rencana.
Hmmmm......Oleh karena itu hanya
percayalah kepada Allah dan jangan percaya pada hal lain selain Allah, karena
hal itu meskipun kecil bisa menjerumuskan kepada kemusyrikan. Lalu bagaimanakah
dengan mempercayai weton apakah juga tidak boleh? “boleh” asal hanya sebagai
perantara kita untuk berfikir optimis, dan tidak dijadikan suatu sebab dalam
menunda atau melaksanakan sesuatu karena akan sial misalnya. Kalau sudah
dipercaya seperti itu sudah barang tentu hukumnya tidak lagi boleh melainkan
sudah berubah menjadi HARAM.
Islam adalah agama yang mudah, tidak
untuk mempersulit umatnya. Jadi dalam Islam tidak pernak mengajarkan umatnya
untuk menghitung hari lahir (weton) dalam melangsungkan suatu kegiatan, menikah
misalnya. Akan tetapi weton hanya suatu adat jawa dan hanya ada di Jawa
tentunya. Padahal Islam bukan hanya untuk orang jawa saja, melainkan untuk
seluruh umat di Muka bumi ini. Di bangsa Arab pun tidak ada yang namanya
perhitungan weton, bahkan pada zaman nabi tidak ada perhitungan weton, yang ada
hanya perhitungan ru’yatul hilal untuk mengetahui bulan ramadhan dalam melaksanakan puasa dan hari
Raya.
Percayalah bahwa semua itu yang
mengatur adalah Allah,sedangkan weton hanya sebuah ramalan jawa yang di
dasarkan pada pengamatan nenek moyang dahulu. Sedang yang menentukan nasib
seseorang hanyalah Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar