Selasa, 17 Desember 2013

Cinderella memakai sendal jepit

“Aku tak suka pangeran apapun sejak dulu. Aku hanya menunggu pria sederhana yang mampu  membuatku menjadi perempuan yang lebih baik”___LikuLiku




CINDERELLA, ceritanya sangat mendunia, dengan sepatu kacanya, tapi apakah ketika Cinderella melarikan diri dan yang tertinggal hanyalah sebelah sandal jepitnya, akankah pangeran tetap akan mencarinya??? Bila ternyata itu bukan sebelah sepatu kaca  apa pangeran tetap akan penasaran lalu jatuh cinta padanya?



Dan bila saja pria itu bukanlah seorang pangeran yang tampan dan kaya raya, apakah Cinderella akan tetap  naksir padanya? Tetap nekat datang kepesta itu, dengan gaun yang indah walaupun hanya dengan sihir semata?Rela menjalani sebuah kebohongan, hanya demi membuat sang pangeran terkesan?serius apa masih mau seperti itu…?

Cinderrella yang malang, kasian dy selalu dimarahi sam ibu tirinya dan di perlalukan dengan tidak adil, seperti itukan ceritanya, pokoknya cinderita itu menderita sekali!

Tunggu, apakah Cinderella benar-benar malang?bila iya, ada berjjuta Cinderella yang lebih malang di duniia ini. Dia baru yatim piatu, dia baru punya ibu tiri yang jahat. Dia belum termasuk manusia yang mesti menahan  lapar, terlunta-lunta hidup dijalanan sendirian. Atau seseoranng yang kehilangan kedua kakinya karena lahir di Negara peperangan. Coba lihat mereka yang hidupnya di kolong jembatan, menahan sakit, panas, dingin, terkadang harus kelaparan seharian karena tidak ada yang mau memberikan sedekah. Seorang dengan baju lusut tanpa alas kaki yang setiap hari bertempur dengan teriknya matahharin dan  mengadu nasip di jalan raya seorang diri, bayangkan! Apa lagi Cinderella yang masih punya ibu peri yang siap menolongnya denngan tongkat ajaib. Aku rasa, dia perempuan yang jauh dari garis kemalangan. Toh, bukankah ceritanya berahir denngan begiotu “beruntung”?


Ah, kamu terlalu serius mi, itu hanya sebuah dongeng…._-_
Tapi tidakkah kamu berfikir , beberapa dongen jika dipikirkan dengan baik-baik akan terasa menyakitkan>>>>”kurang kerjaan mikirin dongeng…


Karena, kenyataannya mereka hanya menjual kejahatan hati dan kebaikan hati yang tertindas, heran saya kenapa yang tertindas itu selalu memiliki fisik yang lebih baik. selalu,itulah bagian nyebelinnya.

bagaimana bila si baik hati snow  white berfisik biasa saja. Apa masih ada pangeran berkuda putih yang mau rela, ngebelain jauh-jauh dattang untuk meu mencium bibirnya agar ia bangun dari tidur panjangnya?Ngooook!



Banyak anak kecil yang lahir di jaman Cinderella, sbow white, putri duyung dll. Sejak kecil denngan mata binar-binar menatap gambar-gambar cantik dibuku dongeng itu.


Pokoknya aku mau cantik kayak Cinderella biar nanti dapat pangeran yang cakep n kaya raya!teriak anak-anak zaman sekaranng.

Cantik itu princess!!

Ganteng itu ya pangeran!!!

Pfft bet ya?hahahha


***


`beberapa cinta yang bernilai rendah lahir dari kebaikan fisik yang berhasil di tatapnya, kemudian mereka bilang aku jatuh cinta padanya, karena dia tampan dan baik hati.”

Ya, kamu jatuh cinta padanya pertama kali karena dia tampan, lalu apa yang dia lakukan akan selalu baik dimatamu.pfft.


Kalau saja dia tidak tampan, apa kamu masih memberi hatimu kesempatan  secepat itu untuk kemudian memutuskan jatuh cinta padanya?


Lalu kalau saya hanya Cinderella yang bernasib malang dan bersandal jepit swallow lusuh apa kamu masih bisa jatuh cinta pada saya sejak pertama kali kita berteemu?


Saya memang Cinderella bersandal jepit, tanpa harus disulap cantik terlebih dahulu tetapi saya tetap bisa memanggil saya Cinderella. Saya tetap perempuan yang pantas diperjuangkan dan dicintai dengan baik oleh seorang pria yang baik-baik, walaupun saya hanya berjalan dengan sandal jepit.


Baukankah cinta tidak pernah mengkotak-kotakkan nasip seseorang, dari mana dia berasal atau seperti apa bentuk fisiknya?


Kumohon, sudahi cara menilai cinta yang rendah semacam itu. Berhenti menjual mimpi-mimpi kosongan seperti bakso dan tak berperasaan. Saya tidak munafik, sayapun punya standar pria yang saya sukai, tapi saya tidak pernah mencintai pria karena hal-hal yang akan  hilang termakan usia.


Bukankan yang terpenting bukan als kaki atau denngan apa kita pergi, bukankah yang terpenting adalah kemana tujuan kita pergi dan dengan siapa?


Walaupun kita naik mobil teroris tapi bila menuju hal yang tidak membahagiakan saya dan bukan dengan orang yang mencintai saya, tentu saya tidak akan pernah mau melakukan perjalanan bersamamu.


Lebih bbaik pergi jalan kaki saja, tetapi kita tau akan sama-sama bahagia ketika sampai tujuan bukan?krik..krik..krik..



Tapi jangan lupa, bahwa kamupun harus bisa mengkualitaskan dirimu bila ingin di cintai dengan  berkualitas oleh seseorang yang berkualitas.OK.


“Layak-kaan” lah dirimu. Kenalilah pa yang yang kurang dan buatlah dirimu menjadi pantas untuk dicintai. Bukannya lantas berpangku tangaan, menunggu pangeran jatuh dari langit gto aja sambil bergalau-galau ria.ayolah come on , hidupmu bukan berisi hal yang biasa-biasa saja. Hidupmu jauh lebih bernilai nak…#hahaha…iya nyak….yasudahlah,iyain aja biar cepet.


Percayalah jodohmu adalah seseorang yang mampu membuat dirimu menjadi pribadi yang jauh lebih baik, tidak hatus yang terbaik dalam versimu.ok


Tapi jelas pasangan yang terbaik versi Tuhan Ya…


Semoga tidak terjebak dalam indahnya cinta riang gembira, sya..la…la..la..la…ye..ye…ye



berhari-hari menatap seseorang yang kamu cintai tengah diam, tidak hanya membuat kepalamu terasa mau pecah, tetapi juga hatimu berserakan kemana-mana.

2 komentar:

Wawan Wibisono mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Wawan Wibisono mengatakan...

Hemmm... menarik sekali artikelnya

Mengandung pesan yang begitu mendasar, semoga kita bisa menjadi pangeran dan putri lebih karena ketampanan dan kecantikan akhlaknya, aamiin...