Sabtu, 09 November 2013

Cinta BerSyarat

Dalam sebuah film yang dibitangi oleh edward cullen dimana menceritakan kisah cinta seorang vampir dan manusia telah menarik sebuah kesimpulan sederhana bahwa "cinta itu tanpa syarat". Bagaimana dengan anda ? Fenomena kisah cinta antara dua insan manusia kerap kali sangat unik dan menjadi bahasan yang tak kunjung usai, beribu-ribu judul film bertemakan cinta diproduksi, tema serupa juga turut serta meramaikan industri musik. Ketika anda membuka facebook misal, berapa persen kemudian orang yang meratapi kisah cinta mereka ? pasti menduduki angka diatas sepuluh persen. Hal ini dikarenakan industri cinta yang cukup menjamur dimana-mana. Belum lagi ketika 12 februari tiba, hari yang diagung-agungkan sebagai hari kasih sayang ini membuat produsen coklat, boneka, permen, dan pernak-pernik meraup keuntungan yang besar. Kata anak muda, cinta datang begitu saja, bagaimana dengan anda? apakah juga memiliki kisah manis yang bernuansa picisan, ataukah cinta monyet ala ABG , atau mungkin cinta brontosaurus ala raditya dika ??? pokoknya kalau sudah cinta ya cinta saja.
sejak jumpa kita pertama
kulangsung jatuh cinta
walau kutau kau ada pemiliknya
tapi kutak dapat membohongi hati nurani
kutak dapat menghindari gejolak cinta ini
 




Sajak diatas lain lagi, itu adalah cinta pertama ala almarhum "crisye", he... katanya... pesonanya sungguh mempesona, full of pink dan ya ! bagi beberapa orang cinta itu tanpa syarat, ia tidak melihat pada harta, pekerjaan, jabatan, tampang, dan apapun itu, menurut mereka cinta lebih pada "chemistry" yang tertangkap diantara keduanya, sehingga hubungan tanpa syaratpun tercipta. Hal ini membuat saya teringat pada sebuah novel klasik berjudul "tenggelamnya kapal va der wick" karya buya hamka yang mencoba untuk mengisahkan sebuah kisah cinta tanpa syarat dengan adat timur yang lebih santun.

Namun beberapa diantara kita juga mengartikan bahwa cinta itu realistis, dan kebahagiaan akan tercipta seiring hidup yang mapan. Hal ini dianut oleh para suami istri yang mulai bertengkar dan cek-cok ketika kondisi keuangan rumah tangga mereka mulai surut. Padahal ingatkah anda kisah seorang pemuda yang menaruh hati pada seorang gadis terhormat nan cerdas yang dilamar oleh seorang kaya raya, saat itu sang pemuda mulai mengikhlaskan gadisnya tersebut, namun tanpa ia duga, sang gadis menolak. Betapa bahagianya pemuda tadi mendengar berita tersebut, sehingga pemuda tadi menyiapkan perbekalan yang lebih untuk dapat melamar gadis tersebut dikemudian hari. Tapi ternyata datang lagi laki-laki lain, seorang pejabat negara, dan pemuda itupun kembali pasrah. Dan lagi-lagi diluar dugaan, gadis itu menolaknya. Sang pemudapun terbelalak, dan memberanikan diri melamar dengan segala keterbatasannya. sang pemuda mendatangi ayah si gadis, dan si gadis menerimanya. Taukah anda mahar pernikahannya apa? ya.. benar sekali, baju perang ! dan pemuda itu adalah Ali. setelah mereka menikah, Alipun bertanya kepada Fatimah, kenapa menerima pinangannya ? dan Fatimah menjawab, karena ia menunggunya. Luar biasa ! kalau jodoh tidak kemana, dan kisah inipun menjadi kisah cinta percontohan yang santun dan terhormat, kemampuan memendam rasa yang luar biasa sehingga setanpun tak tau dan tak sempat melirik untuk menggoda.

Romantis bukan ? yang pasti suci ! Dan apakah kisah cinta Ali dan Fatimah tanpa syarat ? bukankah Fatimah tidak melihat pada harta dan jabatan ? tidak ! syarat yang dimiliki Fatimah menunjukkan keagungan cinta mereka. Mereka tidak saling mencitai kecuali ketika Ijab Qabul diucapkan dan Allah meridhoi.CCG.........

2 komentar:

Egia Rosi Subhiyakto mengatakan...

Sepertinya kamu salah nulis tanggal mi, harusnya 14 Februari bukan 12

Kamu teringatkah sama someone yang punya 12 Februari itu :v

DifficultMI But Easy mengatakan...

Heheheh..itu difikirannya 14 tp ga tau ko bisa ketulis 12. hmm...saraf sensorik n motoriknya sedang tidak connect.